Bima Hermastho

Archive for the ‘Love’ Category

Maulidur Rasul : Masjif Assegaf, Solo

In Love on Desember 12, 2016 at 12:46 am

Ya Tuhan, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad

Selama cahaya bintang bersinar di ufuk

Ya Tuhan, limpahkanlah rahmat bagi Nabi Muhammad

Pemuka, penutup, dan hamba yang didekatkan

Ya Tuhan, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad

lnsan pilihan dan hamba yang terkasih

Ya Tuhan, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad

Selama bulan purnama bersinar dan kegelapan hilang

Ya Tuhan, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad

Selama angin pertolongan mengembuskan pertolongan

Ya Tuhan, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad

Selama unta masih berjalan di padang sahara

Ya Tuhan, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad

dan setiap orang yang bernasab kepadanya

Ya Tuhan, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad

dan setiap orang yang menjadi sahabatnya

Ya Tuhan, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad

dan ampunilah serta maafkanlah orang yang telah berbuat dosa

Ya Tuhan, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad

dan sampaikanlah semuanya kepada segala yang diinginkan

Ya Tuhan, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad

dan tempuhkanlah untuk kami jalan yang terbaik, ya Tuhan

Ya Tuhan, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad

Perbaikilah dan mudahkanlah segala yang sulit

Ya Tuhan, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad

Makhluk yang tertinggi dan terluas kedudukannya

Ya Tuhan, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad

Hamba yang paling jujur yang menyampaikan kebenaran

Ya Tuhan, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad

Manusia yang paling baik dan paling benar manhajnya

Ya Tuhan, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad

Selama burung keberkahan berdendang dan bernyanyi…

Iklan

Master Plan Desember 2016 sd Desember 2026

In Love on November 26, 2016 at 11:00 pm

Bung Karno: Love in Toba Lake

In Love on November 26, 2012 at 6:57 am

Napak Tilas Bung Karno
10 Nopember 2012

FILE0026   FILE0001 FILE0002

Baca entri selengkapnya »

MASIH RAGU JUGA ??? APA LAGI….!

In Love on Februari 16, 2012 at 1:16 am


“Barangsiapa bertakwa kepada Allah, nescaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberi rezeki kepadanya tanpa di sangka-sangka. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, nescaya Allah akan mencukupkannya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang dikehendakiNya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (Surah At-Thalaaq: 2 -3)

SANG PERINDU

In Love on September 7, 2011 at 1:57 am

clip_image001

Kita kehilangan salah seorang ulama, tokoh, guru dan pembimbing…

Satu persatu pergi menuju yang di-CINTA.

Pilar-pilar kokoh mulai tercabut,

Tidak ada yang abadi selain yang Maha Abadi.

Kini,

Semakin kaki melangkah,

Perjalanan akan semakin berat.

Deras mutiara bening menetes,

Menemani kesepian diri dalam keheningan mengingat-Nya.

Kemanakah Cahaya Ruhani yang menemani,

Yang selalu mengingatkan.

Akankah kerinduan ini akan terhempas ?

Dalam jihad-jihad panjang yang tak pernah berakhir,

Menunggu nafas terakhir sakaratul maut.

Sungguh.

Sungguh.

Sungguh.

Tidak ada apa-apa lagi.

Hanya harap dan cemas,

Bersandar.

Untuk menjadi jiwa-jiwa yang tentram.

Karuniakanlah.

Patuh,

Taqwa.

Patuh,

Taqwa.

 

clip_image001[4]

Akan-kah kita menjadi salah satu bagian yang menyaksikan,

Cahaya mulia itu begerak dari satu generasi ke generasi.

Dan kita terbakar habis di dalamnya.

Selamat jalan.

Selamat jalan wahai perindu-Nya.

Keikhlasan tetesan airmata ini,

akan menemani hari-hari kami yang panjang.

Kami akan menyusulmu.

Solo, 7 September 2011

Bima Hermastho

Merdeka !

In Love on Maret 8, 2011 at 12:09 pm

 

S3011317

S3011299_thumb

S3011282_thumb

Dalam Kesendirian

In Love on Juli 2, 2010 at 9:28 pm
 

Angan panjang menerawang,
Ada satu bintang terang menembus pekat malam.
Sunyi, dalam riuhnya kehidupan.
Sepi, dalam tawa canda gurauan.

Hanyut aku dalam batin sendiri,
Menanyakan banyak hal apa yang sebenarnya dicari.
Alun musik, membelai jiwa yang hampa.

Sendiri, ditengah hiruk pikuk kehidupan.
Tak berteman dalam riuh rendah peradaban,
Rasa itu tak mau pergi, terus menemani para penyendiri.

Terasing,
Terasing,
Terasing,
Terasing dalam kehidupan sendiri.

Ketika burung ELANG harus terbang sendiri,
Ia tak lagi menegok ke belakang.
Karna,
Pandangan akherat telah menutup rasa sepinya.

Tuhan,
Dalam kesendirian,
Hanya Engkaulah yang paling dekat.
Dalam kesepian,
Engkaulah yang paling dekat.
Dalam tangisan,
Engkaulah yang selalu membelai lembut.
Dalam kehinaan,
Engkaulah yang selalu mensucikanku.

Kini,
Patutkah aku merasa kesepian,
Jika Engkau menggerakan setiap langkah-langkahku ?

Hanoi, 2 Juli 2010 

Jiwa-Jiwa yang Tidak Tenang

In Love on Juli 1, 2010 at 5:27 pm

PUISI KEGELISAHAN CINTA YANG MENDUA

Manakala kau letak-kan kebahagiaan bukan pada hatimu,
Kau biarkan eksternalia merenggut-mu.
Maka tiada lagi tawa dan senyum diwajahmu.

Manakala kau letak-kan kebahagiaan bukan di hatimu,
yang terjadi hanya ratapan-ratapan pilu yang akan mendampingimu.
Kemana Cinta Sejati-mu ?
Cinta yang tak akan pernah membohongi dan menyengsarakan-mu ?

Kau telah masuk ke dalam lubang yang dalam tak bertepi,
Tidak ada jalan kembali selain,
Menerima apa pun,
Mengiklaskan yang terjadi,
Memasrahakan semua pada Yang Maha Memiliki hati.

Jiwa-jiwa gersang yang kehilangan pegangan Cinta,
Kalau Engkau masih mengharapkan selain Cinta Dia,
Kalau Engkau mengagungkan selain Cinta Nya,
Jangan salahkan bila semuanya akan berujung derita.

Rasa Cinta-mu selain kepada Dia,
Harus kau tempatkan dalam Kasih-Nya.
Jangan buta mata,
Jangan buta hati.

Karna dia selalu menguji hamba-Nya.
Dengan Cinta-Cinta yang akan membelenggunya,
Dan tak pernah mengantarkan sampai kepada-Nya.

Kini,
Waktunya telah tiba.
Kau tempatkan saja semua rasa CINTA yang ada,
Dalam satu keranjang Dzikir para PECINTA.
Reguklah manisnya kemesraan dalam Cinta yang sesungguhnya.
Seperti janji yang telah kau utarakan kepada kekasihmu itu.

Hanoi, 1 Juli 2010

Aduh ….!

In Love on Mei 30, 2010 at 1:44 pm

Kenapa aku terlewat ???

Sebab-Sebab Turunnya Rizki

In Love on April 27, 2010 at 10:54 pm

 

Akhir-akhir ini banyak orang yang mengeluhkan masalah penghasilan atau rizki, entah karena merasa kurang banyak atau karena kurang berkah. Begitu pula berbagai problem kehidupan, mengatur pengeluaran dan kebutuhan serta bermacam-macam tuntutannya. Sehingga masalah penghasilan ini menjadi sesuatu yang menyibukkan, bahkan membuat bingung dan stress sebagian orang. Maka tak jarang di antara mereka ada yang mengambil jalan pintas dengan menempuh segala cara yang penting keinginan tercapai. Akibatnya bermunculanlah koruptor, pencuri, pencopet, perampok, pelaku suap dan sogok, penipuan bahkan pembunuhan, pemutusan silaturrahim dan meninggal kan ibadah kepada Allah untuk mendapatkan uang atau alasan kebutuhan hidup.

Mereka lupa bahwa Allah telah menjelaskan kepada hamba-hamba-Nya sebab-sebab yang dapat mendatangkan rizki dengan penjelasan yang amat gamblang. Dia menjanjikan keluasan rizki kepada siapa saja yang menempuhnya serta menggunakan cara-cara itu, Allah juga memberikan jaminan bahwa mereka pasti akan sukses serta mendapatkan rizki dengan tanpa disangka-sangka.

Diantara sebab-sebab yang melapangkan rizki adalah sebagai berikut:

– Takwa Kepada Allah

Takwa merupakan salah satu sebab yang dapat mendatangkan rizki dan menjadikannya terus bertambah. Allah Subhannahu wa Ta"ala berfirman, artinya,

"Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezki dari arah yang tidada disangka-sangkanya." (At Thalaq 2-3)

Setiap orang yang bertakwa, menetapi segala yang diridhai Allah dalam segala kondisi maka Allah akan memberikan keteguhan di dunia dan di akhirat. Dan salah satu dari sekian banyak pahala yang dia peroleh adalah Allah akan menjadikan baginya jalan keluar dalam setiap permasalahan dan problematika hidup, dan Allah akan memberikan kepadanya rizki secara tidak terduga.

Imam Ibnu Katsir berkata tentang firman Allah di atas, "Yaitu barang siapa yang bertakwa kepada Allah dalam segala yang diperintahkan dan menjauhi apa saja yang Dia larang maka Allah akan memberikan jalan keluar dalam setiap urusannya, dan Dia akan memberikan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka, yakni dari jalan yang tidak pernah terlintas sama sekali sebelumnya."

Allah swt juga berfirman, artinya,

"Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya." (QS. 7:96)

– Istighfar dan Taubat

Termasuk sebab yang mendatang kan rizki adalah istighfar dan taubat, sebagaimana firman Allah yang mengisahkan tentang Nabi Nuh Alaihissalam ,

"Maka aku katakan kepada mereka:"Mohonlah ampun kepada Rabbmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun" niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai." (QS. 71:10-12)

Al-Qurthubi mengatakan, "Di dalam ayat ini, dan juga dalam surat Hud (ayat 52,red) terdapat petunjuk bahwa istighfar merupakan penyebab turunnya rizki dan hujan."

Ada seseorang yang mengadukan kekeringan kepada al-Hasan al-Bashri, maka beliau berkata, "Beristighfarlah kepada Allah", lalu ada orang lain yang mengadukan kefakirannya, dan beliau menjawab, "Beristighfarlah kepada Allah". Ada lagi yang mengatakan, "Mohonlah kepada Allah agar memberikan kepadaku anak!" Maka beliau menjawab, "Beristighfarlah kepada Allah". Kemudian ada yang mengeluhkan kebunnya yang kering kerontang, beliau pun juga menjawab, "Beristighfarlah kepada Allah."

Maka orang-orang pun bertanya, "Banyak orang berdatangan mengadukan berbagai persoalan, namun anda memerintahkan mereka semua agar beristighfar." Beliau lalu menjawab, "Aku mengatakan itu bukan dari diriku, sesungguhnya Allah swt telah berfirman di dalam surat Nuh,(seperti tersebut diatas, red)

Istighfar yang dimaksudkan adalah istighfar dengan hati dan lisan lalu berhenti dari segala dosa, karena orang yang beristighfar dengan lisannnya saja sementara dosa-dosa masih terus dia kerjakan dan hati masih senantiasa menyukainya maka ini merupakan istighfar yang dusta. Istighfar yang demikian tidak memberikan faidah dan manfaat sebagaimana yang diharapkan.

– Tawakkal Kepada Allah

Allah swt berfirman, artinya,

"Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya." (QS. 65:3)

Nabi saw telah bersabda, artinya,

"Seandainya kalian mau bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benarnya maka pasti Allah akan memberikan rizki kepadamu sebagaimana burung yang diberi rizki, pagi-pagi dia dalam keadaan lapar dan kembali dalam keadaan kenyang." (HR Ahmad, at-Tirmidzi dan dishahihkan al-Albani)

Tawakkal kepada Allah merupakan bentuk memperlihatkan kelemahan diri dan sikap bersandar kepada-Nya saja, lalu mengetahui dengan yakin bahwa hanya Allah yang memberikan pengaruh di dalam kehidupan. Segala yang ada di alam berupa makhluk, rizki, pemberian, madharat dan manfaat, kefakiran dan kekayaan, sakit dan sehat, kematian dan kehidupan dan selainnya adalah dari Allah semata.

Maka hakikat tawakkal adalah sebagaimana yang di sampaikan oleh al-Imam Ibnu Rajab, yaitu menyandarkan hati dengan sebenarnya kepada Allah Azza wa Jalla di dalam mencari kebaikan (mashlahat) dan menghindari madharat (bahaya) dalam seluruh urusan dunia dan akhirat, menyerahkan seluruh urusan hanya kepada Allah serta merealisasikan keyakinan bahwa tidak ada yang dapat memberi dan menahan, tidak ada yang mendatangkan madharat dan manfaat selain Dia.

– Silaturrahim

Ada banyak hadits yang menjelaskan bahwa silaturrahim merupakan salah satu sebab terbukanya pintu rizki, di antaranya adalah sebagai berikut:

-Sabda Nabi Shalallaahu alaihi wasalam, artinya,

"Dari Abu Hurairah ra berkata, "Aku mendengar Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, "Siapa yang senang untuk dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya maka hendaklah menyambung silaturrahim." (HR Al Bukhari)

-Sabda Nabi saw, artinya,

"Dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu , Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, "Ketahuilah orang yang ada hubungan nasab denganmu yang engkau harus menyambung hubungan kekerabatan dengannya. Karena sesungguhnya silaturrahim menumbuhkan kecintaan dalam keluarga, memperbanyak harta dan memperpanjang umur." (HR. Ahmad dishahihkan al-Albani)

Yang dimaksudkan dengan kerabat (arham) adalah siapa saja yang ada hubungan nasab antara kita dengan mereka, baik itu ada hubungan waris atau tidak, mahram atau bukan mahram.

– Infaq fi Sabilillah

Allah swt berfirman, artinya,

"Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya." (QS. 34:39)

Ibnu Katsir berkata, "Yaitu apapun yang kau infakkan di dalam hal yang diperintahkan kepadamu atau yang diperbolehkan, maka Dia (Allah) akan memberikan ganti kepadamu di dunia dan memberikan pahala dan balasan di akhirat kelak."

Juga firman Allah yang lain,artinya,

"Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan dari padanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji. Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui." (QS. 2:267-268)

Dalam sebuah hadits qudsi Rasulullah saw bersabda, Allah swt berfirman, "Wahai Anak Adam, berinfaklah maka Aku akan berinfak kepadamu." (HR Muslim)

– Menyambung Haji dengan Umrah

Berdasarkan pada hadits Nabi Shalallaahu alaihi wasalam dari Ibnu Mas"ud Radhiallaahu anhu dia berkata, Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, artinya,

"Ikutilah haji dengan umrah karena sesungguhnya keduanya akan menghilangkan kefakiran dan dosa sebagaimana pande besi menghilangkan karat dari besi, emas atau perak, dan haji yang mabrur tidak ada balasannya kecuali surga." (HR. at-Tirmidzi dan an- Nasai, dishahihkan al-Albani)

Maksudnya adalah, jika kita berhaji maka ikuti haji tersebut dengan umrah, dan jika kita melakukan umrah maka ikuti atau sambung umrah tersebut dengan melakukan ibadah haji.

– Berbuat Baik kepada Orang Lemah

Nabi saw telah menjelaskan bahwa Allah akan memberikan rizki dan pertolongan kepada hamba-Nya dengan sebab ihsan (berbuat baik) kepada orang-orang lemah, beliau bersabda, artinya,

"Tidaklah kalian semua diberi pertolongan dan diberikan rizki melainkan karena orang-orang lemah diantara kalian." (HR. al-Bukhari)

Dhu"afa" (orang-orang lemah) klasifikasinya bermacam-macam, ada fuqara, yatim, miskin, orang sakit, orang asing, wanita yang terlantar, hamba sahaya dan lain sebagainya.

– Serius di dalam Beribadah

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu, dari Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, "Allah Subhannahu wa Ta"ala berfirman, artinya,

"Wahai Anak Adam Bersungguh-sungguhlah engkau beribadah kepada Ku, maka Aku akan memenuhi dadamu dengan kecukupan dan Aku menanggung kefakiranmu. Jika engkau tidak melakukan itu maka Aku akan memenuhi dadamu dengan kesibukan dan Aku tidak menanggung kefakiranmu."

Tekun beribadah bukan berarti siang malam duduk di dalam masjid serta tidak bekerja, namun yang dimaksudkan adalah menghadirkan hati dan raga dalam beribadah, tunduk dan khusyu" hanya kepada Allah, merasa sedang menghadap Pencipta dan Penguasanya, yakin sepenuhnya bahwa dirinya sedang bermunajat, mengadu kepada Dzat Yang menguasai Langit dan Bumi.

Dan masih banyak lagi pintu-pintu rizki yang lain, seperti hijrah, jihad, bersyukur, menikah, bersandar kepada Allah, meninggalkan kemaksiatan, istiqamah serta melakukan ketaatan, yang tidak dapat di sampaikan secara lebih rinci dalam lembar yang terbatas ini. Mudah-mudahan Allah memberi kan taufik dan bimbingan kepada kita semua. Amin.

Al-Sofwah (Sumber: Kutaib "Al Asbab al Jalibah lir Rizqi", al-qism al-ilmi Darul Wathan)
http://www.pengusahamuslim.com/fatwa-perdagangan/masalah-rezeki/3-sebab-sebab-turunnya-rizki.html