Bima Hermastho

SANG PERINDU

In Love on September 7, 2011 at 1:57 am

clip_image001

Kita kehilangan salah seorang ulama, tokoh, guru dan pembimbing…

Satu persatu pergi menuju yang di-CINTA.

Pilar-pilar kokoh mulai tercabut,

Tidak ada yang abadi selain yang Maha Abadi.

Kini,

Semakin kaki melangkah,

Perjalanan akan semakin berat.

Deras mutiara bening menetes,

Menemani kesepian diri dalam keheningan mengingat-Nya.

Kemanakah Cahaya Ruhani yang menemani,

Yang selalu mengingatkan.

Akankah kerinduan ini akan terhempas ?

Dalam jihad-jihad panjang yang tak pernah berakhir,

Menunggu nafas terakhir sakaratul maut.

Sungguh.

Sungguh.

Sungguh.

Tidak ada apa-apa lagi.

Hanya harap dan cemas,

Bersandar.

Untuk menjadi jiwa-jiwa yang tentram.

Karuniakanlah.

Patuh,

Taqwa.

Patuh,

Taqwa.

 

clip_image001[4]

Akan-kah kita menjadi salah satu bagian yang menyaksikan,

Cahaya mulia itu begerak dari satu generasi ke generasi.

Dan kita terbakar habis di dalamnya.

Selamat jalan.

Selamat jalan wahai perindu-Nya.

Keikhlasan tetesan airmata ini,

akan menemani hari-hari kami yang panjang.

Kami akan menyusulmu.

Solo, 7 September 2011

Bima Hermastho

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: