Bima Hermastho

Dalam Kesendirian

In Love on Juli 2, 2010 at 9:28 pm
 

Angan panjang menerawang,
Ada satu bintang terang menembus pekat malam.
Sunyi, dalam riuhnya kehidupan.
Sepi, dalam tawa canda gurauan.

Hanyut aku dalam batin sendiri,
Menanyakan banyak hal apa yang sebenarnya dicari.
Alun musik, membelai jiwa yang hampa.

Sendiri, ditengah hiruk pikuk kehidupan.
Tak berteman dalam riuh rendah peradaban,
Rasa itu tak mau pergi, terus menemani para penyendiri.

Terasing,
Terasing,
Terasing,
Terasing dalam kehidupan sendiri.

Ketika burung ELANG harus terbang sendiri,
Ia tak lagi menegok ke belakang.
Karna,
Pandangan akherat telah menutup rasa sepinya.

Tuhan,
Dalam kesendirian,
Hanya Engkaulah yang paling dekat.
Dalam kesepian,
Engkaulah yang paling dekat.
Dalam tangisan,
Engkaulah yang selalu membelai lembut.
Dalam kehinaan,
Engkaulah yang selalu mensucikanku.

Kini,
Patutkah aku merasa kesepian,
Jika Engkau menggerakan setiap langkah-langkahku ?

Hanoi, 2 Juli 2010 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: