Bima Hermastho

Archive for Juli, 2010|Monthly archive page

Dalam Kesendirian

In Love on Juli 2, 2010 at 9:28 pm
 

Angan panjang menerawang,
Ada satu bintang terang menembus pekat malam.
Sunyi, dalam riuhnya kehidupan.
Sepi, dalam tawa canda gurauan.

Hanyut aku dalam batin sendiri,
Menanyakan banyak hal apa yang sebenarnya dicari.
Alun musik, membelai jiwa yang hampa.

Sendiri, ditengah hiruk pikuk kehidupan.
Tak berteman dalam riuh rendah peradaban,
Rasa itu tak mau pergi, terus menemani para penyendiri.

Terasing,
Terasing,
Terasing,
Terasing dalam kehidupan sendiri.

Ketika burung ELANG harus terbang sendiri,
Ia tak lagi menegok ke belakang.
Karna,
Pandangan akherat telah menutup rasa sepinya.

Tuhan,
Dalam kesendirian,
Hanya Engkaulah yang paling dekat.
Dalam kesepian,
Engkaulah yang paling dekat.
Dalam tangisan,
Engkaulah yang selalu membelai lembut.
Dalam kehinaan,
Engkaulah yang selalu mensucikanku.

Kini,
Patutkah aku merasa kesepian,
Jika Engkau menggerakan setiap langkah-langkahku ?

Hanoi, 2 Juli 2010 

Iklan

Tentang Keberanian

In Hobbies on Juli 2, 2010 at 5:49 am

Si Kecil tumbuh dewasa,
Berangkat dari perjalanan masa lalu,
Ketika segala sesuatunya tidak ada di depannya.

Hanya satu kata,
Harus berlari mengejar ketertinggalan diri,
Membuang beban sejarah masa lalu.

Keberanian,
Ketakperdulian,
Kekuatan pantang menyerah adalah kunci hidupnya.

Angin harapan selalu menyambangi,
Membuang keluh kesah,
Ini dunia yang kecil sekali.
Semua ada di genggam-Nya.

Kampus kehidupan selalu berulang.
Garis besarnya sama,
Hanya Pelakon ceritanya yang berganti-ganti.

Waktu tumbuh dewasa,
Demikian terbatasnya.
Keberanian, bisa mengubah segalanya.

Tuhan,
Berikan sepercik keberanian buat Si Kecil,
Untuk mengukir sisa waktu yang masih tersisa.
Lain dari itu, ridho-Mu lah yan selalu di harapkan-nya.

Hanoi, 2 Juli 2010

Jiwa-Jiwa yang Tidak Tenang

In Love on Juli 1, 2010 at 5:27 pm

PUISI KEGELISAHAN CINTA YANG MENDUA

Manakala kau letak-kan kebahagiaan bukan pada hatimu,
Kau biarkan eksternalia merenggut-mu.
Maka tiada lagi tawa dan senyum diwajahmu.

Manakala kau letak-kan kebahagiaan bukan di hatimu,
yang terjadi hanya ratapan-ratapan pilu yang akan mendampingimu.
Kemana Cinta Sejati-mu ?
Cinta yang tak akan pernah membohongi dan menyengsarakan-mu ?

Kau telah masuk ke dalam lubang yang dalam tak bertepi,
Tidak ada jalan kembali selain,
Menerima apa pun,
Mengiklaskan yang terjadi,
Memasrahakan semua pada Yang Maha Memiliki hati.

Jiwa-jiwa gersang yang kehilangan pegangan Cinta,
Kalau Engkau masih mengharapkan selain Cinta Dia,
Kalau Engkau mengagungkan selain Cinta Nya,
Jangan salahkan bila semuanya akan berujung derita.

Rasa Cinta-mu selain kepada Dia,
Harus kau tempatkan dalam Kasih-Nya.
Jangan buta mata,
Jangan buta hati.

Karna dia selalu menguji hamba-Nya.
Dengan Cinta-Cinta yang akan membelenggunya,
Dan tak pernah mengantarkan sampai kepada-Nya.

Kini,
Waktunya telah tiba.
Kau tempatkan saja semua rasa CINTA yang ada,
Dalam satu keranjang Dzikir para PECINTA.
Reguklah manisnya kemesraan dalam Cinta yang sesungguhnya.
Seperti janji yang telah kau utarakan kepada kekasihmu itu.

Hanoi, 1 Juli 2010