Bima Hermastho

Puisi untuk Rendra

In Uncategorized on Agustus 8, 2009 at 8:26 pm

Bang Rendra,
Terimakasih atas hidupmu yang berharga.
Gading-gading itu terlempar jauh,
menusuk, tepat di jantungku.

Air mata, mata air kecermelangan,
Kembali tertumpah ruah.

Engkau telah mendahului ke titik NOL.
Kau katakan: “Saya sangat bahagia”
Tercapailah tujuan hidupmu.

Bang Rendra,
Selamat jalan.
Mimpi indahlah engkau,

Semoga bunga-bunga keabadian menemani tidur panjangmu.

Jakarta, Agustus 2009

Bima Hermastho

Teks puisi bertulis tangan itu diperlihatkan di rumah duka di Bengkel Teater, Citayam, Depok, Jumat (7/8/2009). Berikut teks puisi tersebut:
Aku lemas
Tapi berdaya
Aku tidak sambat rasa sakit
atau gatal
Aku pengin makan tajin
Aku tidak pernah sesak nafas
Tapi tubuhku tidak memuaskan
untuk punya posisi yang ideal dan wajar
Aku pengin membersihkan tubuhku
dari racun kimiawi
Aku ingin kembali pada jalan alam
Aku ingin meningkatkan pengabdian
kepada Allah
Tuhan, aku cinta padamu
Rendra
31 July 2009
Mitra Keluarga

__._,_.___

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: