Bima Hermastho

Archive for Agustus, 2009|Monthly archive page

Alhamdulillah….

In Uncategorized on Agustus 24, 2009 at 5:25 pm

Puasa ini diawali dengan keberanian pengambilan keputusan.
Fokus pada jangka panjang, dengan berkorban pada hal-hal yang bersifat jangka pendek.

Ini merupakan hal luar biasa dalam personal balanced scorecard

Ya, take decision is different with make decision!

Saatnya melangkah dan berani memutuskan yang besar !!!

Iklan

Lanjutkan!!

In Uncategorized on Agustus 17, 2009 at 8:06 pm

Sore ini ada konfirmasi, besok Prof Miyasto bakal di Lemhanas jam 10.00;
Semoga semuanya lancar, baik-baik saja.
Malam ini me-resume, buat persiapan besok.
Ini prioritas nomer 1.

Bung Hatta Dalam Kesederhanaan, Kemuliaan dan Kekuasaan

In Uncategorized on Agustus 17, 2009 at 7:09 am

 

 

Bung Hatta Dan Kisah Sepatu Bally
PADA tahun 1950-an, Bally adalah sebuah merek sepatu yang bermutu tinggi dan tentu tidak murah. Bung Hatta, Wakil Presiden pertama RI, berminat pada sepatu Bally. Ia kemudian menyimpan guntingan iklan yang memuat alamat penjualnya, lalu berusaha menabung agar bisa membeli sepatu idaman tersebut.
Namun, uang tabungan tampaknya tidak pernah mencukupi karena selalu terambil untuk keperluan rumah tangga atau untuk membantu kerabat dan handai taulan yang datang kepadanya untuk meminta pertolongan. Hingga akhir hayatnya, sepatu Bally idaman Bung Hatta tidak pernah terbeli karena tabungannya tak pernah mencukupi.
Yang sangat mengharukan dari cerita ini, guntingan iklan sepatu Bally itu hingga Bung Hatta wafat masih tersimpan dan menjadi saksi keinginan sederhana dari seorang Hatta. Jika ingin memanfaatkan posisinya waktu itu, sebenarnya sangatlah mudah bagi Bung Hatta untuk memperoleh sepatu Bally. Misalnya, dengan meminta tolong para duta besar atau pengusaha yang menjadi kenalan Bung Hatta.
Namun, di sinilah letak keistimewaan Bung Hatta. Ia tidak mau meminta sesuatu untuk kepentingan sendiri dari orang lain. Bung Hatta memilih jalan sukar dan lama, yang ternyata gagal karena ia lebih mendahulukan orang lain daripada kepentingannya sendiri,” kata AdiSasono, Ketua Pelaksana Peringatan Satu Abad Bung Hatta. Pendeknya, itulah keteladanan Bung Hatta, apalagi di tengah carut-marut zaman ini, dengan dana bantuan presiden, dana Badan Urusan Logistik, dan lain-lain.
Bung Hatta meninggalkan teladan besar, yaitu sikap mendahulukan orang lain, sikap menahan diri dari meminta hibah, bersahaja, dan membatasi konsumsi pada kemampuan yang ada. Kalau belum mampu, harus berdisiplin dengan tidak berutang atau bergantung pada orang lain. Seandainya bangsa Indonesiadapat meneladani karakter mulia proklamator kemerdekaan ini, seandainya para pemimpin tidak maling, tidak mungkin bangsa dengan sumber alam yang melimpah ini menjadi bangsa terbelakang, melarat, dan nista karena tradisi berutang dan meminta sedekah dari orang asing.
Berprinsip Teguh
Bung Hatta yang dikenal jujur, sabar, cerdas, dan penuh ide ini memegang teguh prinsip yang diyakininya. Sebagai contoh adalah prinsip demokrasi yang diyakini beliau dapat membantu perbaikan kehidupan bangsa. Untuk itu beliau ikut memperjuangkan status Indonesia sebagai negara kesatuan yang dapat mengakomodasi aspirasi semua golongan tanpa kecuali. Beliau ikut mendukung dicabutnya pengusulan pembentukan negara yang memihak pada golongan tertentu saja.
Keteguhan Pak Hatta dalam memegang prinsip bukan semata-mata untuk kepentingan pribadi, melainkan untuk kepentingan bangsa. Ketika beliau berseberangan prinsip dengan pemerintah yang sedang berkuasa saat itu, beliau rela mengundurkan diri guna mempertahankan kesatuan bangsa.
Berjuang Tanpa Kekerasan
Bung Hatta yang lembut hati, selalu mencari strategi untuk berjuang tanpa kekerasan. Senjata ampuh yang digunakan tokoh proklamator kita ini adalah otak dan pena. Dari pada melawan dengan kekerasan beliau lebih memilih untuk menyusun strategi, melakukan negosiasi, lobbying, dan menulis berbagai artikel dan buku untuk memperjuangkan nasib bangsa. Prinsip tanpa kekerasan ini muncul karena rasa hormat Bung Hatta pada sesama manusia, baik kawan atau pun lawan. Walaupun Bung Hatta tidak setuju dengan pendapat atau pun seseorang, beliau tidak lalu membenci orang tersebut, tetapi tindakan dan pendapatnyalah yang tidak beliau setujui.
Misalnya saja, Bung Hatta yang sangat kuat keteguhan beragamanya tidak menyukai hal-hal yang berbau duniawi yang pada saat itu umumnya berasal dari negeri seberang. Tapi bukan berarti dia lalu membenci orang-orang asing. Beliau memiliki banyak teman bangsa asing dan banyak pemikiran bangsa asing yang positif (disiplin, etos kerja positif) yang beliau adaptasi untuk kemajuan bangsa. Sikap ini menyebabkan Bung Hatta dihormati oleh semua orang: kawan atau pun lawan.
Berusaha Sebaik Mungkin
Bung Hatta selalu berusaha melakukan yang terbaik dalam segala hal, misalnya dengan bersikap hati-hati dan melakukan perencanaan yang matang. Semua tugas-tugas yang dibebankan kepadanya dilakukan dengan sepenuh hati, dan direncanakannya dengan sebaik mungkin agar memperoleh hasil yang maksimal.
Semua pidato dan kata-kata beliau untuk publik pun disiapkan secara profesional. Keputusan-keputusan diambil setelah sebelumnya dipikirkan dengan saksama dan didukung dengan data dan informasi yang cukup. Beliau tidak menginginkan terjadinya kegagalan yang disebabkan kecerobohan atau pun karena kurang persiapan.
Berkarya Nyata
Bung Hatta merupakan tokoh yang selalu berkarya nyata. Salah satu karya monumental beliau adalah bentuk koperasi. Pemikiran ini dituangkan pada pembentukkan koperasi pengusaha batik, yang akhirnya sukses sampai saat ini. Koperasi tersebut berhasil mendorong kemajuan bagi pengusaha batik dan memberi mereka kesempatan untuk memperluas usaha dengan ekspor. Karya-karya lainnya adalah berbentuk tulisan.
Pada saat bangsa Indonesia masih berkutat untuk menumbuhkan minat baca, beliau sudah jauh lebih maju, yaitu dengan memberikan teladan bagi bangsa Indonesia untuk menumbuhkan budaya menulis. Kegiatan tulis-menulis ini telah beliau lakukan sejak masih belajar di negeri Belanda sampai akhir hayatnya. Tak terhitung lagi jumlah artikel dan buku yang telah beliau tulis. Sebuah monumen intelektual berupa perpustakaan di Bukittinggi pun telah didirikan untuk mengenang Pak Hatta.

Merdeka!

http://www.ubb.ac.id/menulengkap.php?judul=Bung%20Hatta%20Dalam%20Kesederhanaan,%20Kemuliaan%20dan%20Kekuasaan&&nomorurut_artikel=156

SPC XL dan Quantum XL

In Uncategorized on Agustus 15, 2009 at 2:51 pm

Sehari-2-hari ini ada keberkahan dalam hidupku.
Akhirnya SPC XL versi 2007 dan produk baru Quantum XL bisa aku dapatkan.
Lumayan, kalau di rupiahkan ya 5 juta-an lah…

Apa sih yang bisa dicapai dengan 2 add-in excel ini ?

  1. Semua perhitungan, analisis depkrisi statitik untuk improvement ada di sini
  2. Ada Fishbone, Histogram, Pareto, FMEA, Run Chart,  perhitungan sigma
  3. Simulasi desain six sigma
  4. Regresi, korelasi, normalitas data dll dll

Nah dengan excel add in, process improvement dengan kaizen, DMAIC, 7Steps, tentua akan sangat terbantu.
Satu lagi yang penting, minggu depan buat ngajar improvement di Telkomsel Operations akan lebih mudah, soalnya mereka sudah pakai office 2007 he..he…

Six Sigma Train the Trainer

In Uncategorized on Agustus 15, 2009 at 2:39 pm

Kasihan sekali, masih banyak temen-temen yang belajar six sigma dengan susah payah,
Secepatnya perlu bikin Six Sigma Festival, BSC Festival untuk membantu temen-2 belajar dengan lebih cepat,
Lebih baik, dan lebih mudah.

Pertanyaannya, mau di buat kelas ekonomis atau kelas eksekutif ?
Yang penting jalan dulu deh, kalau perlu dibuat partner-an.

Balanced Scorecard akan memudahkan kita dalam melangkah dengan efektif dan efisien,
Six Sigma akan membantu percepatan pencapaian kinerja SUPERIOR.
Sebenarnya 2 tools itu kalau digabungkan dalam implementasinya, akan luar biasa.

Berdo’a, semoga implementasi kali ini di Industri servis akan menghasilkan kesuksesan luar biasa.

Hari ini hari baik dan akan selalu baik

In Uncategorized on Agustus 15, 2009 at 2:27 pm


Seperti kusebut dalam setiap do’a , Allah sungguh Maha Pengasih, Maha Penyayang,
Selalu ada rezeki yang dianugerahkanNya setiap hari,

Selalu ada kemudahan yang diberikan,
Selalu ada kelapangan yang di-curahkan,
Selalu ada cahaya yang membimbing nurani-ku.

Berdo’alah kepada-Ku, maka akan Ku-kabulkan.
Jadi, mintalah pada apa yang kau mau,
Karena di mata Allah semuanya SAMA.

Tugas kita lantas apa?
Bersyukur, iya hanya bersyukur.
Syukur dengan mengasihi sesama,
Syukur dengan menjalankan segenap tanggung jawab sepenuh hati,
Syukur dengan berbakti kepada kedua orangtua.

Syukur dengan mengucap Shalawat kepada Nabi dengan sebanyak-banyaknya.

Syukur dengan menjalani hidup apa adanya
Karena hari-hari yang deberikan Allah selalu berwarna warni,
Penuh kenikmtan dan keberkahan,

Rejeki yang Allah berikan tanpa batas, maka jadilah Ahli Syukur !

In Uncategorized on Agustus 12, 2009 at 6:22 am

Kesehatan tubuh, pikiran dan jiwa
Pekerjan, harta, ilmu yg bermanfaat,
Anak, istri, orang tua,

Petunjuk, rahmat, hidayah.
Kemudahan, kelapangan dada,

Pandangan hina terhadap dunia,
Bersabar atas segala hal,
Bersyukur setiap saat,
Ikhlas dan berserah diri hanya kepada-Nya.

Mampu berbagi pada sesama,
Kedamaian dalam sembah dan sujud.
Air bening mengalir membasuh sukma,

Keterjagaan dalam ingatan-Nya
Kenikmatan Surat Yasin dan Al Waqi’ah
Penjagaan malaikat atas semua yang menimpa,
Kemudahan dalam menyebut sholawat atas Nabi Yang Ku-Cinta dan Ku-Rindu

Kenyamanan dalam riuh rendah kota Jakarta,
Harapan dan kekuatan untuk hijrah menuju-Nya.
Terlalu kaya aku saat ini, dan sungguh terlaknat jika aku tak bersimpuh di hadapan-Nya.

Kemenangan Terbesar

In Uncategorized on Agustus 11, 2009 at 6:00 am

Kemenangan terbodoh adalah mengukur segala sesuatu dalam kerangka duniawi.
Kemenangan terbesar adalah mengukur segala sesuatu dalam kerangka akhirat.
Baik dimata manusia, belum tentu baik di mata Allah.
Buruk di mata manusia belum tentu buruk di mata Allah.

Kenalilah dirimu, kekuatanmu, ke-unikanmu.
Time & Focus Management adalah kunci kesuksesanmu.’

Kecerdasan tida bisa menggantikan KETEKUNAN.
Sebagian besar manusia, tidak memiliki DNA KETEKUNAN.

Beruntunglah mereka yang konsisten, sabar dan fokus pada kepentingan Akhirat,
karena itulah Kemenangan TERBESAR yang diraih seorang anak manusia.

Personality Assessment & Potential Assessment in 1 Hour!

In Uncategorized on Agustus 10, 2009 at 9:41 pm

Sampai saat ini kebutuhan tools assessment yang cepat dan akurat masih dibutuhkan dalam proses seleksi karyawan, khususnya pada level first entry. Bagi saya alat yang serupa DiSC dan Test Inteleijensi, masih merupakan alat yang efektif, efisien dan cepat untuk mengetahui kecenderungan orang terhadap pekerjaan (PPA-HJA), kemampuan analitis, dan pemecahan masalah. Saya pikir, dengan jumlah rekruitment yang besar ditambah kebutuhan kecepatan hiring process, maka FGD dengan case study menggunakan bahasa inggris akan menjadi pilihan yang efektif. Kita harus mampu berpikir praktis, setiap HR Professional harus mampu melakukan simplifikasi, efisiensi dan efektivitas proses kerja. Tidak ada cerita proses assessment berhari-hari dengan hasil akurasi dibawah norma, saya pikir recruitment manager harus mampu melakukan “ONE DAY" decision making process untuk memastikan seseorang itu layak di recruit atau tidak, ini khusus first entry. Saya tidak bisa menerima hiring process untuk level operasional (non staff) sampai membutuhkan waktu berhari-hari. Tentu beda kalau mau merekruit senior management atau eksekutif, integritas & check reference tentu akan lebih dominan, juga kemampuan konseptual dan presentasi studi kasus.

Me-Reengineer proses rekruitment

In Uncategorized on Agustus 10, 2009 at 9:24 pm

Ternyata bagi sebagian praktisi HRD, rekruitmen masih dianggap sebagai fungsi ‘biasa’, tidak begitu strategis. Padahal people business dimulai dari yang satu ini. Tidak ada tawar menawar dalam proses rekruitment, dari requierment, sourcing hingga selection process mesti FTR, first time right. Jadi, kalo Bill Gates selalu turun melakukan employer branding dengan turut campur kegiatan recruitment or career day, maka setiap praktisi HR harusnya memiliki sense of urgency dan deliver result. Apa kurang tulisan di Top Grading, Good to Great, buku-2 business, leadership etc yang menjelaskan pentingnya memilih dan mengembangkan orang yang ‘pas’ dengan kebutuhan organisasi, orang yang memiliki kapabilitas u/ berkontribusi kepada perusahaan. Marinir Amerika selalu menugaskan orang terbaiknya untuk melakukan sourcing & attracting, hanya mereka yang terbaiklah yang bisa merekruit yang terbaik, ini semboyan dalam proses rekruitmen di USMC. Mereka mencari orang biasa yang mau di-didik menjadi sosok yang luar biasa. Bisakah kita mengubah mindset rekruitmen ini sebagai proses menarik, memilih dan mengembangkan company warriors yang berkinerja tinggi? kalau jawabannya bisa, mulai-lah menerapkan pola pikir hire for traits & train for skills. Just do it!

Manakala retention bermasalah, engagement bermasalah. Mulailah dengan strength-based organization, pendekatan Appreciateve Inquiry dibutuhkan untuk memetakan/profile orang yang cocok dengan karakteristik organisasi. Person-job fit and person-organization fit sangat dibutuhkan sebagai prasyarat mutlak seseorang di pilih atau di tolak. Proses rekruitmen harus mengakomodasi 2 hal tersebut, jika tidak… akan buang-buang energi. Trust me!